Loading...

Pengunjung

Mahasiswa UMM Raih Silver Medal di Malaysia, Inovasi AI Deteksi Risiko Ibu Hamil Tembus Panggung Dunia

admin

admin

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:13

1169 | Bagikan

Mahasiswa UMM Raih Silver Medal di Malaysia, Inovasi AI Deteksi Risiko Ibu Hamil Tembus Panggung Dunia

admin - Pendidikan

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:13 | 1169

Tim UMM raih Silver Medal kategori Health pada ajang 2nd International Student Competition 2026 yang diselenggarakan di Universiti Putra Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia. Selasa (24/2/2026). (Humas UMM)

KUALA LUMPUR, jurnalnusa.com — mampu bersaing di panggung dunia, langit Kuala Lumpur menjadi saksi langkah berani sekaligus bukti bahwa inovasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang.

Kampus kebanggaan masyarakat Kota Malang itu kembali menorehkan prestasi internasional melalui gagasan riset berbasis teknologi kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sebagai Kampus Inovasi, Mandiri, dan Berdampak, UMM menunjukkan komitmennya dalam melahirkan generasi unggul yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata atas persoalan global.

Komitmen tersebut kembali terbukti melalui raihan Silver Medal kategori Health pada ajang 2nd International Student Competition 2026 yang diselenggarakan di Universiti Putra Malaysia (UPM), Kuala Lumpur, Malaysia.

Kompetisi ilmiah internasional yang digelar oleh Centre for Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM) UPM pada 14–15 Februari 2026 ini menjadi wadah kolaborasi riset dan inovasi kewirausahaan mahasiswa dari berbagai negara.

Sebanyak 100 tim finalis dari delapan negara—Indonesia, Malaysia, Kazakhstan, Nigeria, Suriah, Brunei Darussalam, Somalia, dan Thailand—berhasil melaju ke babak akhir.

Ketua tim UMM, Vera Miftakul Rahma Kamal, mahasiswa Program Studi Kedokteran, menjelaskan bahwa kompetisi tersebut melalui proses seleksi ketat dan bertahap.

“International Student Competition atau ISC dimulai dari seleksi abstrak, dilanjutkan pengiriman paper lengkap, hingga presentasi final secara langsung di hadapan dewan juri,” ujarnya.

Tim UMM terdiri atas empat mahasiswa lintas disiplin, yakni Vera Miftakul Rahma Kamal (Kedokteran), Wildan Hidayatullah (Farmasi), Hawa Restu Dwinanta (Pendidikan Bahasa Inggris), serta Khoirul Umar (Ilmu Komunikasi).

Mereka dibimbing oleh dr. Desy Andari, M.Biomed. Kolaborasi multidisipliner ini menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya kokoh secara ilmiah, tetapi juga matang dari sisi komunikasi, implementasi, dan keberlanjutan.

Pada kategori Health, tim menghadirkan inovasi bertajuk “NEOSENTIA: Real Time Maternal Risk Detection and Prevention through Multilingual AI Guardian Driven System.”

“Aplikasi ini kami rancang sebagai pendamping ibu hamil berbasis artificial intelligence yang terhubung langsung dengan tenaga kesehatan serta menggunakan pendekatan data ilmiah,” jelas Rahma.

NEOSENTIA merupakan sistem deteksi risiko maternal berbasis AI yang bersifat non-invasif dan dirancang untuk mendukung pemantauan mandiri selama masa kehamilan secara proaktif.

Platform ini mengintegrasikan data dari perangkat wearable, laporan gejala pengguna, serta rekam medis elektronik untuk melakukan analisis risiko secara berkelanjutan.

Melalui sistem tersebut, potensi komplikasi kehamilan dapat terdeteksi lebih dini sehingga tenaga kesehatan dapat memberikan intervensi secara tepat waktu.

Desain multibahasa yang diusung memperluas akses penggunaan di berbagai wilayah dan latar belakang pengguna.

Selain itu, sistem berbasis website memungkinkan tenaga medis memantau kondisi pasien secara terintegrasi dan real time.

Inovasi ini dinilai relevan dengan upaya peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, terutama dalam menekan risiko komplikasi kehamilan melalui pendekatan teknologi preventif.

Bagi Rahma, pengalaman tampil di forum internasional memberikan pembelajaran mendalam tentang makna kompetisi yang sesungguhnya.

“Kami belajar bahwa kompetisi bukan sekadar soal gengsi atau kemenangan, tetapi tentang keberanian keluar dari zona nyaman, bertukar perspektif dengan mahasiswa dunia, dan terus berkembang,” katanya.

Sementara itu, dosen pembimbing dr. Desy Andari, M Biomed menilai capaian tersebut menjadi bukti kesiapan mahasiswa UMM bersaing secara global sekaligus menunjukkan kualitas ekosistem akademik yang mendukung lahirnya inovasi berdampak.

Ia berharap inovasi NEOSENTIA dapat terus dikembangkan hingga tahap implementasi nyata di layanan kesehatan serta dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional.

Prestasi ini semakin memperkuat posisi kampus putih sebagai kampus inovasi, mandiri, dan berdampak yang konsisten mendorong kolaborasi lintas disiplin, riset aplikatif, serta keberanian mahasiswa untuk tampil dan memberi kontribusi nyata di level internasional.

Melalui ekosistem pembelajaran yang adaptif dan berbasis solusi, UMM terus melahirkan inovator muda yang membawa gagasan lokal menuju manfaat global. (**)

Pewarta: Eshan Abyasa Kawindra
Editor: Doi Nuri