Loading...

Pengunjung

Menjelang Purna Tugas Sebagai Pj Wali Kota Batu, Aries Belum Mampu Selesaikan Permasalahan Sampah

admin

admin

Selasa, 24 Desember 2024 - 14:22

1469 | Bagikan

Menjelang Purna Tugas Sebagai Pj Wali Kota Batu, Aries Belum Mampu Selesaikan Permasalahan Sampah

admin - Pemerintahan

Selasa, 24 Desember 2024 - 14:22 | 1469

Penumpukan sampah di pojok Pasar Induk Among Tani Kota Batu dikeluhkan pedagang dan pengunjung. Selasa (24/12/2024). (Doi Nuri/JN)

Kota Batu, JN – Permasalahan sampah di Kota Batu masih belum kunjung dirampungkan oleh pihak pemerintah kota (Pemkot), terlebih solusi pembuangan sampah Pasar Induk Among Tani.

Jika sesuai jadwal, pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu terpilih akan dilaksanakan pada 10 Februari 2025, artinya Penjabat (Pj) Wali Kota Batu Aries Agung Paewai akan selesai masa tugas.

Sempat menyatakan mundur dari jabatannya jika tidak mampu menyelesaikan permasalahan sampah di Kota Batu, nyatanya hingga hari ini kepemimpinan Aries belum menunjukkan perubahan signifikan.

Berbagai penghargaan yang di raih, seolah tidak menjawab permasalah yang nyata dihadapi oleh masyarakat Kota Batu, khususnya pengolahan sampah.

Mengutip bangsaonline.com tentang pemberitaan penumpukan sampah di Pasar Among Tani Kota Batu, salah satu tim Satgas Pangan Kota Batu, pengelolaan sampah yang dinilai tidak profesional.

"Pasarnya bagus, tapi pengelolaan sampah tidak ditangani dengan benar, akibatnya seperti ini. Baunya tidak enak sampai ke dalam pasar, kasihan pengunjung dan pedagang," ujarnya.

Salah satu pedagang sayur, Sumiati, juga menyoroti masalah ini. Ia menyatakan penumpukan sampah di dekat tempatnya berjualan sudah berlangsung berhari-hari dan jarang diangkut oleh petugas.

"Menurut saya, petugas sampah di pasar Induk jarang mengambilnya, saya pernah protes tetapi tidak digubris, mereka mengabaikan saja," katanya.

Dalam situasi ini, ketidakpuasan masyarakat semakin meningkat. Sementara itu, upaya untuk mendapatkan penjelasan dari pejabat Pemerintah Kota Batu terkait permasalahan ini tampaknya menemui jalan buntu. (**)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Buang Supeno