Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektare untuk Ketahanan Pangan, Kota Malang Berpartisipasi
Selasa, 21 Januari 2025 - 06:45
Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektare untuk Ketahanan Pangan, Kota Malang Berpartisipasi
Selasa, 21 Januari 2025 - 06:45 | 1272
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi. Selasa (21/1/2025). (Zara/JN).
Kota Malang, JN – Agenda zoom meeting bersama Kapolri dan Menteri Pertanian Republik Indonesia, dilaksanakan di Balai Benih Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (21/1) pukul 10.00 WIB.
Rapat ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program penanaman jagung serentak 1 juta hektare untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara jajaran Kepolisian Republik Indonesia, Polresta Malang Kota, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan berbagai pihak terkait.
“Kegiatan ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan. Hari ini kita melaksanakan penanaman serentak komoditas jagung untuk mendukung ketahanan pangan di Kota Malang, khususnya,” ujarnya.
Slamet juga menyampaikan bahwa kegiatan penanaman jagung telah dimulai sejak awal Desember 2024 bersama jajaran Polresta Malang Kota.
Selanjutnya, pihak Dispangtan bersama Kodim Malang Kota juga akan menanam benih padi dalam rangka mendukung masa tanam 2024-2025 dengan target luasan 80 hektare di wilayah Kecamatan Kedungkandang.
Untuk mendukung kebutuhan petani, Dispangtan telah menyediakan 600 kilogram benih jagung yang dibagikan kepada tujuh kelompok tani di Kecamatan Kedungkandang.
Selain itu, petani juga melengkapi kebutuhan benih secara mandiri. Jenis jagung yang ditanam meliputi varietas unggul seperti Vietnam dan MPM, serta benih jagung hibrida.
“Perkiraan panen raya akan dilakukan pada bulan Maret 2025. Beberapa petani juga sudah mulai panen di bulan-bulan ini,” tambah Slamet.
Dispangtan Kota Malang juga mendukung petani dengan berbagai fasilitas seperti penyediaan pupuk subsidi.
Pada awal tahun 2025, telah disalurkan pupuk subsidi sebanyak 500 ton pupuk urea dan 625 ton pupuk NPK.
Selain itu, dukungan lainnya meliputi benih padi, insektisida, pestisida, dan jaring pengaman bulir padi.
Dalam hal penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), Dispangtan mendapat dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia berupa 11 unit hand tractor, 50 gulungan mulsa, 20 unit tandon air, serta 20 unit alat penyemprot elektrik.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di Kota Malang dan mendukung target swasembada pangan nasional. (**)
Pewarta : Zara Putri Islamia Aiska
Editor : Doi Nuri