Desa Pendem Cetak Generasi Indonesia Emas Lewat Sekolah Orang Tua Hebat
Rabu, 08 Juli 2026 - 14:08
Desa Pendem Cetak Generasi Indonesia Emas Lewat Sekolah Orang Tua Hebat
Rabu, 08 Juli 2026 - 14:08 | 1652
Kepala Desa Pendem Tri Wahyuwono Efendi, bersama Kepala DP3AP2KB Kota Batu, Heru Yulianto saat opening SOTH. Senin (06/07/2026). (Efendi for JN)
KOTA BATU, jurnalnusa.com — Pemerintah Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, menggelar program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pola asuh anak dan pencegahan stunting.
Program yang bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) itu telah berjalan sejak 6 Juli 2026 di Desa Pendem.
Kasi Pelayanan Desa Pendem, Bela Amelia Anjasmara, mengatakan bahwa SOTH diikuti oleh 20 peserta yang dipilih berdasarkan keaktifan di Posyandu serta catatan tumbuh kembang anak yang dinilai perlu mendapatkan pembenahan, termasuk anak yang berisiko stunting.
“Pembelajaran dilaksanakan tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, dan Jumat selama Bulan Juli,” ujarnya.
Materi pembelajaran berfokus pada pola asuh (parenting) yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Para pemateri berasal dari BKKBN, PPA, dan narasumber lain yang kompeten di bidang pengasuhan dan kesehatan keluarga.
Menurut Bela, antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat besar. Hingga pelaksanaan berjalan beberapa kali, seluruh peserta tercatat hadir tanpa ada yang absen.
Selain kegiatan pembelajaran, Pemerintah Desa Pendem juga menyediakan area playground untuk balita guna mendukung stimulasi tumbuh kembang anak selama program berlangsung.
“Program ini dipersiapkan untuk mendukung terwujudnya generasi Indonesia emas melalui penguatan peran orang tua dalam pengasuhan anak,” katanya.
Mendatang, peserta SOTH dijadwalkan mengikuti kunjungan lapang sebagai bagian dari pembelajaran praktik.
Pada akhir program, peserta juga akan mengikuti wisuda sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Kepala Desa Pendem Tri Wahyuwono Efendi menyampaikan bahwa program SOTH diharapkan dapat membentuk generasi yang tangguh sekaligus mencegah stunting di tingkat desa.
“Secara persentase, Desa Pendem tidak termasuk lokus stunting. Kondisi ini harus dipertahankan melalui edukasi dan pendampingan kepada orang tua,” ujar pria yang karib disapa Pak Pendik itu.
Melalui SOTH, Pemerintah Desa Pendem bersama DP3AP2KB dan BKKBN berupaya memperkuat peran keluarga dalam menciptakan lingkungan pengasuhan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kepala DP3AP2KB Kota Batu, Heru Yulianto mengatakan jika SOTH adalah reaksi tanggap atas menurunnya jumlah peserta aktif program Keluarga Berencana (KB) menjadi perhatian Pemerintah Kota Batu.
Untuk itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu menargetkan penambahan 1.497 akseptor KB baru sepanjang 2026 melalui penguatan layanan kesehatan hingga tingkat desa.
Heru Yulianto, mengatakan target tersebut disusun sebagai langkah menjaga keberlangsungan program pengendalian penduduk sekaligus meningkatkan kualitas keluarga di Kota Batu.
"Sebagai respons, Pemkot Batu menargetkan penambahan 1.497 akseptor baru pada 2026. Target itu juga selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur," ujarnya.
Heru menyimpulkan, SOTH menjadi salah satu strategi utama dinas dalam memberikan edukasi pola asuh, tumbuh kembang anak, dan pencegahan stunting guna mewujudkan ketahanan keluarga di Kota Batu. (*)
Pewarta: Doi Nuri
Editor: Rio Mulyana Badia