Wali Kota Malang Ajak Warga Perkuat Guyub Rukun Usai Idulfitri
Sabtu, 21 Maret 2026 - 09:42
Wali Kota Malang Ajak Warga Perkuat Guyub Rukun Usai Idulfitri
Sabtu, 21 Maret 2026 - 09:42 | 1136
Wali Kota Malang bersama Forkopimda melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Jami Malang. Sabtu (21/3/2026). (Doi/JN)
KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengajak masyarakat untuk semakin mempererat kebersamaan dan menjaga semangat guyub rukun setelah momentum Idulfitri 1447 Hijriah.
Ajakan tersebut disampaikan saat ia menghadiri dan melaksanakan salat Idulfitri berjemaah bersama ribuan warga di Masjid Agung Jami' Kota Malang, Sabtu (21/3/2026).
Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota Malang itu menjadi simbol eratnya hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam merayakan hari kemenangan dengan penuh khidmat dan suasana kekeluargaan.
Usai pelaksanaan salat, Wahyu Hidayat juga menyempatkan diri menyapa serta bersilaturahmi langsung dengan warga yang hadir.
Momen tersebut dimanfaatkannya untuk menyampaikan pesan penting terkait makna Idulfitri.
“Ini momen Idulfitri, selain sebagai hari kemenangan setelah berpuasa di bulan Ramadan, juga menjadi salah satu momen yang penting,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan kesempatan untuk merefleksikan diri setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.
Menurutnya, nilai-nilai yang ditempa selama Ramadan harus mampu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita bersilaturahmi, bertemu dengan sanak saudara, dan seperti yang disampaikan khatib, ini adalah momentum kemenangan yang harus diikuti dengan perubahan sikap dan karakter. Apa yang telah ditempa selama satu bulan puasa, semoga ke depan bisa menjadi pelajaran,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Wahyu berharap masyarakat Kota Malang dapat terus menjaga keharmonisan sosial dengan menjunjung tinggi nilai akhlak mulia, serta memperkuat rasa persatuan di tengah keberagaman.
Ia juga mengingatkan agar perayaan Idulfitri dilakukan dengan aman dan tetap menjaga tali silaturahmi, meskipun terdapat perbedaan dalam waktu perayaan di tengah masyarakat.
“Dengan puasa, semoga ke depan bisa menjadi pelajaran bagi kita semua agar masyarakat Kota Malang menjadi lebih baik, lebih sejahtera, dan tetap berakhlak mulia,” tutupnya. (**)
Pewarta: Eshan Abyasa Kawindra
Editor: Doi Nuri