Skema Budaya yang Dicetuskan Suprianto, Terus Dilanjutkan para Pimpinan Kejari Batu
Minggu, 08 Desember 2024 - 18:39
Skema Budaya yang Dicetuskan Suprianto, Terus Dilanjutkan para Pimpinan Kejari Batu
Minggu, 08 Desember 2024 - 18:39 | 1242
Pagelaran kompetisi macapat di Kantor Kejari Batu dan antusiasme peserta. Sabtu (7/12/2024). (Doi Nuri/JN)
Kota Batu, JN – Tradisi lomba macapat dalam memperingati Hari Anti Korupsi se Dunia (Hakordia) yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu, sejak tahun 2021 terus dilestarikan hingga saat ini.
Sejarah awal lomba macapat di Kejari Batu, dimulai saat Kajari Batu masih dipimpin oleh Dr Supriyanto SH MH, yang menggelar lomba macapat pertama kali pada tanggal 9 - 10 Desember 2021 silam.
Pria yang juga sebagai dalang seni pewayangan itu, mempromosikan macapat sebagai puisi tradisional Jawa yang berbentuk tembang dan merupakan warisan budaya Jawa yang terkenal.

Macapat memiliki aturan-aturan tertentu dalam penyusunannya, seperti guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu.
Sastra Jawa ini juga memiliki makna dan filosofi yang mendalam, serta sering digunakan untuk menyampaikan ajaran moral dan etika.
Kajari Batu, Didik Adyotomo SH MH CSSL menyatakan, Kota Batu sebagai kota wisata juga harus menonjolkan wisata budaya. Oleh karena itu, mocopat sebagai salah satu kebudayaan daerah harus terus dilestarikan.
“Kota Batu adalah kota wisata yang masyarakatnya guyup rukun. Selaras dengan hal itu, pembangunan Kota Batu yang berbudi luhur ini perlu didukung dengan wisata budaya, sebagai salah satu upaya untuk melestarikan budaya yang ada di Batu,” kata Didik, Sabtu (8/12/2024).

Macapat Idol #4 dimaksudkan sebagai semangat kolaborasi bersama pelestarian budaya dan semangat anti korupsi. Kegiatan ini diikuti oleh 52 peserta siswa siswi SD se-Kota Batu.
"Sesuai pakem, kami melombakan 11 tembang macapat yakni maskumambang, mijil, sinom, kinanthi, asmaradana, gambuh, dhandanggula, durma, pangkur, megatruh dan pucung," katanya.
Acara yang berlangsung atas kerjasama dengan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu ini berlangsung pada hari Sabtu (7/12/2024) di halaman Kantor Kejari Batu.
Melalui kompetisi budaya ini, Didik berharap mendatang akan tumbuh anak-anak yang memiliki kepedulian terhadap kekayaan budaya leluhur.
"Macapat ini adalah budaya adab, macapat ini budaya nenek moyang kita sendiri, jadi yang harus kita sendiri yang melestarikannya. Sehingga dengan adab, sopan santun dan nilai budaya ini akan membentuk jati diri anak-anak bangsa," tandas dia. (*)
Pewarta: Ayu Nadya Sukma
Editor: Doi Nuri