Selamatan Desa Sidomulyo ke-79 Digelar Meriah, Wayang Kulit “Pamong Sejati” Jadi Pengingat Peran Perangkat Desa
Kamis, 05 Februari 2026 - 04:25
Selamatan Desa Sidomulyo ke-79 Digelar Meriah, Wayang Kulit “Pamong Sejati” Jadi Pengingat Peran Perangkat Desa
Kamis, 05 Februari 2026 - 04:25 | 1164
Kepala Desa Sidomulyo mempersiapkan agenda Selamatan ke 79 Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Kamis (5/2/2026). (Doi/JN)
KOTA BATU, jurnalnusa.com — Pemerintah Desa Sidomulyo, Kota Batu, menggelar Selamatan Desa Sidomulyo ke-79 pada 16 Februari 2026 sebagai tradisi tahunan yang sarat makna syukur, pelestarian budaya, dan penguatan nilai gotong royong masyarakat.
Rangkaian selamatan desa tahun ini akan ditandai dengan pertunjukan wayang kulit yang mengangkat lakon “Pamong Sejati”, sebuah kisah yang sarat pesan moral tentang kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat.
Kepala Desa Sidomulyo, Suharto, mengatakan pemilihan lakon tersebut bukan tanpa alasan. Wayang “Pamong Sejati” diharapkan menjadi refleksi dan pengingat bagi seluruh perangkat desa agar semakin berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Lakon Pamong Sejati kami pilih sebagai simbol harapan agar seluruh perangkat desa benar-benar menjadi pamong yang melayani, mengayomi, dan bekerja untuk kepentingan warga,” ujar Suharto.
Rangkaian kegiatan Selamatan Desa Sidomulyo diawali pada pagi hari dengan selamatan di sumber-sumber mata air, sebagai wujud rasa syukur sekaligus komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah sumber air yang selama ini menopang kebutuhan warga desa.
Pada sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan selamatan desa yang dipusatkan di Kantor Desa Sidomulyo dan Punden, melibatkan tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga dari berbagai dusun.
Selamatan Desa Sidomulyo di Kota Batu merupakan tradisi tahunan yang terus dilestarikan sebagai sarana mempererat kebersamaan dan semangat gugur gunung di tengah masyarakat.
Selain nilai budaya, tradisi ini juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga alam, khususnya sumber daya air, sebagai penopang kehidupan desa.
Memasuki usia ke-79, Selamatan Desa Sidomulyo tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momentum refleksi bersama untuk memperkuat persatuan, memperteguh nilai gotong royong, serta meneguhkan komitmen membangun desa yang lestari dan sejahtera. (*)
Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri