Loading...

Pengunjung

Masuk Masa Kampanye, Ikrar Damai Didengungkan 2 Paslon Pilkada 2024 Kota Batu

admin

admin

Rabu, 25 September 2024 - 03:36

959 | Bagikan

Masuk Masa Kampanye, Ikrar Damai Didengungkan 2 Paslon Pilkada 2024 Kota Batu

admin - Politik

Rabu, 25 September 2024 - 03:36 | 959

Ikrar damai disampaikan oleh 3 Paslon Pilkada 2024 Kota Batu. Selasa (24/9/2024). (Doi/JN)

Kota Batu, JN – Masa kampanye Pasangan Calon (Paslon) kontestan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 Kota Batu dimulai hari ini, Rabu (25/9/2024).

Ikrar damai telah dikumandangkan 3 Paslon kemarin, Selasa (24/9/2024) dihadapan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan ratusan simpatisan di halaman Balaikota Among Tani.

Penjabat (Pj) Wali Kota Batu Aries Agung Paewai memandang ikrar damai ini merupakan langkah memperkuat ikatan persatuan dan kesatuan seluruh masyarakat.

"Melalui Bakesbangpol, kami menginisiasi bersama KPU dan Bawaslu Kota Batu untuk melakukan ikrar damai, agar masyarakat, tim sukses, dan Paslon paham bahwa pilkada ini pesta demokrasi, bukan ajang saling memecah belah," kata Aries.

Sebagai informasi, pelaksanaan Pilkada Kota Batu 2024 diikuti oleh tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, yakni Nurochman-Heli Suyanto nomor urut 01, Firhando Gumelar-Rudi nomor urut 02, dan Krisdayanti-Kresna Dewanata Phrosakh nomor urut 03.

Total jumlah DPT pada Pilkada 2024 di Kota Malang sebanyak 660.774 jiwa, terdiri dari 323.167 pria dan 337.577 wanita.

Tahapan pemungutan suara Pilkada 2024 berlangsung pada 27 November dan penghitungan suara serta rekapitulasi hasil penghitungan suara, pada 27 November hingga 16 Desember 2024.

Kepolisian bersama TNI dalam hal ini juga berkomitmen menjaga kondusivitas di Kota Batu sepanjang tahapan kampanye hingga penetapan hasil pemenang Pilkada 2024 diumumkan.

"Tadi disampaikan untuk pemetaan pasti Polri dan TNI sudah melakukan, tentu sudah ada antisipasinya. Kami juga berkoordinasi dengan semua jajaran untuk hal itu," imbuh Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranatha.

Pihaknya juga melakukan pengawasan untuk mencegah munculnya salah satu potensi kerawanan pada pesta demokrasi, yakni menyangkut netralitas TNI dan Polri. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Buang Supeno