Ketua DPRD Kota Malang Serap Aspirasi Warga Kedungkandang, Soroti Bansos hingga Pemberdayaan UMKM
Senin, 06 Juli 2026 - 21:19
Amithya dalam kegiatan serap aspirasi di rumah dinas Ketua DPRD Kota Malang, Jalan Kawi Nomor 24, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen. Senin (6/7/2026). (Johan/JN)
KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Persoalan bantuan sosial yang dinilai belum tepat sasaran, kerusakan infrastruktur lingkungan, hingga kebutuhan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi aspirasi utama yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan serap aspirasi yang digelar Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Senin (6/7/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 100 warga Daerah Pemilihan (Dapil) Kedungkandang tersebut berlangsung di Teras Rumah Ketua DPRD Kota Malang, Jalan Kawi Nomor 24, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen.
Forum dialog terbuka itu menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Dalam forum tersebut, warga menyampaikan beragam usulan, mulai dari penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH), perbaikan jalan lingkungan, pembangunan drainase, penerangan jalan umum (PJU), peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan, hingga dukungan terhadap pengembangan UMKM.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Amithya menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat akan dikawal agar tidak berhenti sebagai catatan dalam kegiatan serap aspirasi.
Menurutnya, DPRD memiliki tanggung jawab mengawal setiap usulan agar dapat dibahas dalam program pembangunan maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Pembangunan yang baik dimulai dari mendengarkan kebutuhan rakyat. Kami hadir untuk mendengar, mengawal, dan memperjuangkan setiap aspirasi masyarakat agar dapat diwujudkan menjadi program pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Amithya.
Ia menambahkan, kegiatan serap aspirasi merupakan bagian dari upaya DPRD Kota Malang untuk memastikan kebijakan pembangunan disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.
Melalui forum tersebut, diharapkan berbagai persoalan yang disampaikan warga dapat menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah. (*)
Pewarta: Doi Nuri
Editor: Rio Mulyana Badia