Diskriminasi Perempuan Berhijab Oleh Senator Bali Selesai Dengan 'Maaf'
Selasa, 02 Januari 2024 - 14:31
Diskriminasi Perempuan Berhijab Oleh Senator Bali Selesai Dengan 'Maaf'
Selasa, 02 Januari 2024 - 14:31 | 1168
Tindakan rasial sarat diskriminasi perempuan muslimah berhijab dilontarkan senator asal Bali, Arya Wedakarna. Selasa (2/1/2024).
Kota Denpasar, JN – Unggahan video tentang ucapan senator, atau Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna tentang perempuan berhijab khas muslimah menjadi polemik.
Hal tersebut dilansir dari CNN Indonesia, Arya menyampaikan ungkapan itu hingga viral di media sosial hingga menjadi pembicaraan publik.
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama jajaran Bandara Ngurah Rai, Bea-Cukai di kantor airport Ngurah Rai pada 29 Desember 2023 lalu.
"Maka dari itu saya menyampaikan klarifikasi, dan juga seandainya jika ada pihak-pihak, komponen bangsa Indonesia yang merasa tersinggung dan merasa keberatan dengan apa yang kami sampaikan, dari lubuk hati yang paling dalam saya selaku wakil rakyat Bali di DPD RI memohon maaf dengan tulus," kata Arya dalam video yang diunggah di Instagram miliknya, Selasa (2/1/2024).
Arya menjelaskan pernyataannya dalam video yang beredar telah dipotong.Ia menyebut pernyataan itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama jajaran Bandara Ngurah Rai, Bea-Cukai di kantor airport Ngurah Rai pada 29 Desember 2023.
Rapat membahas pengawasan Undang-undang tentang kepabeanan atau Bea Cukai terkait dugaan tindakan yang kurang menyenangkan. Salah satunya perampasan paspor warga Bali dari dua oknum petugas Bea Cukai.
Poin kedua rapat membahas pengawasan terkait Undang-undang transportasi soal aspirasi komponen warga desa adat di sekitar bandara yang masih bermasalah dengan aplikator kendaraan online.
Lalu poin ketiga rapat, membahas berita Bandara Ngurah Rai di Bali masuk dalam peringkat bandara terburuk di dunia bersama dengan bandara lainnya di Indonesia.
Ia mengklaim memberi arahan kepada petugas Bea Cukai atas masalah-masalah tersebut.
Arahannya adalah memprioritaskan putra-putri terbaik dari Bali untuk menjadi staf di bagian terdepan atau frontliner yang menyambut para tamu setelah mendarat pesawat di airport Ngurah Rai.
"Perlunya frontliner yang mengedepankan ciri-ciri kebudayaan Bali, salah satunya dengan memakai beras suci saat bertugas. Hal itu telah diatur dalam Perda Bali bahwa seluruh komponen wisata di Bali adalah pariwisata yang dijiwai agama Hindu," kata Arya.
Arya juga meminta agar lebih mengedepankan ciri-ciri kebudayaan Bali dalam proses penyambutan atau pemeriksaan Bea-Cukai.
Misalnya, kata dia, menggunakan bije atau beras suci yang biasanya didapat setelah bersembahyang.
Ia mengatakan hal itu sudah selaras dengan peraturan Perda Bali No 2 Tahun 2012 yakni tentang Pariwisata Bali yang berlandaskan kebudayaan yang dijiwai oleh agama Hindu.
"Maka dari itu, kami tidak ada menyebutkan nama agama apa pun, nama suku apa pun, dan juga kepercayaan apa pun," kata Arya.
"Saya enggak mau yang frontline-frontline itu, saya mau gadis Bali kayak kamu, rambutnya kelihatan, terbuka. Jangan kasih yang penutup-penutup nggak jelas. This is not Middle East (Ini bukan Timur Tengah). Enak saja di Bali, pakai bunga kek, apa kek, pakai bije di sini. Kalau bisa, sebelum tugas, suruh sembahyang di pure, bije pakai," kata Arya, dikutip dari video yang beredar.

Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan, Anwar Abbas dikutip dari Sindonews.com menyesesali pernyataan senator Bali, Arya Wedakarna terkait masalah busana muslimah.
Dia menilai, perkataan Arya termasuk melecehkan agama Islam karena menyangkut masalah SARA dan bertentangan dengan Pasal 29 Ayat 1 dan 2 dalam UUD 1945.
"Pernyataan Arya Wedakarna anggota DPD RI dari daerah pemilihan Bali yang telah melecehkan agama Islam terkait dengan kata-katanya menyangkut masalah busana muslimah yang disampaikannya dengan cara-cara yang tidak baik sangat disesalkan," kata Anwar dalam keterangannya, Selasa (2/1/2024).
Dia menjelaskan bahwa Arya harus mengetahui, memakai hijab itu dalam pandangan islam, bukanlah pakaian orang Timur Tengah. Akan tetapi Itu adalah bagian dari ibadah bagi setiap wanita yang menyatakan dirinya muslimah.
"Saudara Arya bisa melihat di manapun di atas dunia ini yang namanya wanita Islam itu kalau dia melaksanakan perintah agamanya dengan baik maka dia akan memakai hijab," tegasnya.
Untuk itu sebagai pejabat negara, Arya katanya harus memahami hal ini agar bisa bersikap dengan lebih arif dan bijaksana lagi serta harus sadar betul bahwa Bali itu adalah bagian dari Indonesia.
Menurutnya, jika terjadi keributan dan kegaduhan di Bali maka rakyat Bali pasti akan mengalami kesusahan karena para turis tidak akan ada yang berani datang ke pulau tersebut.
"Semestinya saudara Arya harus bisa belajar dari peristiwa Covid-19 yang lalu dimana Bali benar-benar sepi karena ketidak hadiran para turis baik lokal maupun luar negeri sehingga akibatnya kehidupan ekonomi rakyat bali benar-benar terpuruk dan susah," ungkap dia.
Selain itu dia berharap, agar kehidupan di Bali dapat berjalan dengan baik, aman, tentram, dan damai.
"Jangan sampai gara-gara orang seorang yang bernama Arya Wedakarna rakyat Bali menjadi susah dibuatnya, karena bagi kita bangsa Indonesia kebahagiaan orang Bali adalah kebahagiaan kita semua dan begitu pula sebaliknya," tuturnya. (**)
Pewarta: Doi Nuri
Editor: Sarah Mawardi