Loading...

Pengunjung

Dishub Kota Batu Terdampak Pemberitaan Sepihak Wartawan Tak Berlisensi

admin

admin

Rabu, 04 Desember 2024 - 16:59

1954 | Bagikan

Dishub Kota Batu Terdampak Pemberitaan Sepihak Wartawan Tak Berlisensi

admin - Peristiwa Daerah

Rabu, 04 Desember 2024 - 16:59 | 1954

Dedik yang merupakan THL Dishub Kota Batu mendapatkan fitnah melalui pemberitaan sepihak. Rabu (4/12/2024). (Doi Nuri/JN)

Kota Batu, JN – Profesi jurnalisme di Kota Batu tercoreng dengan kinerja wartawan yang mengabaikan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) saat menulis dan menayangkan pemberitaan.

Diketahui, beberapa wartawan yang menggemparkan Kota Batu dengan berita tidak berimbang itu, ternyata belum pernah Uji Kompetensi Wartawan (UKW) alias belum berlisensi.

Kabar viral tentang kecaman sejumlah tokoh masyarakat Kota Batu terhadap Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu Dedik Yulian Nurohman, ternyata tidak sepenuhnya benar.

Dalam frame yang diangkat beberapa media selama 2 hari terakhir, mengekspose unggahan story WhatsApp salah satu THL Dishub saat sedang memegang botol minuman keras.

Dedik yang dituding sedang berpesta miras, pada faktanya sedang memegang botol bekas minuman keras yang berisi air panas, untuk mengompres perutnya yang mengalami kram.

Hal tersebut dibenarkan oleh semua orang yang ada di dalam Bus yang sedang membawa rombongan tersebut, untuk melaksanakan kegiatan di Kota Solo, Jawa Tengah.

"Saya kaget ketika diberitakan sedang pesta miras di dalam bis. Karena wartawan yang menulis berita itu, saya tidak mengenalnya, juga dia tidak pernah tanya apapun kepada saya," jelas Dedik.

Pukulan telak harus diterima bapak dari 1 orang anak ini, ketika instansi tempat ia bekerja, yakni Dishub Kota Batu tersangkut perseden buruk.

"Aksi saya memegang botol itu mungkin kurang tepat, saya juga tidak tahu jika saya direkam, dan dijadikan story WhatsApp. Saya minta maaf, khususnya kepada bapak Kadishub Batu," ungkapnya.

Namun ia menyesalkan, privasi yang seharusnya tidak menjadi konsumsi publik tersebut secara cepat beredar dalam pemberitaan pers.

"Saya tidak berseragam, sekilas orang tidak akan tahu jika itu perjalanan Dinas. Tapi wartawan ini, begitu lengkap mendapatkan info tentang perjalanan dinas saya," katanya.

Dedik tidak menyalahkan segala bentuk kecaman terhadap potongan videonya yang beredar luas melalui pemberitaan pers. Namun ia kecewa dengan tindakan wartawan yang bahkan tidak bertanya apapun terhadap dirinya.

"Saya di justifikasi, disudutkan tanpa hak jawab. Instansi saya tercoreng karena kesalah pahaman ini. Keluarga saya, juga turut malu," ujar dia.

Dedik mengaku, sempat mendapatkan tawaran dari salah satu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Kota Batu, untuk memperjuangkan pemulihan nama baiknya pada khalayak melalui jalur hukum.

"Saya mendapatkan saran dari bapak Hendry Kadishub Batu, tidak perlu diperpanjang sebab semua tahu saya tidak bersalah. Beliau (Hendry, red) juga tidak marah kepada saya," tukasnya.

Kendati demikian, Dedik berharap ia diberikan hak jawab oleh wartawan yang merusak reputasi pribadi dan instansinya pada pemberitaan selanjutnya.

Sementara itu, Kadishub Batu Hendry Suseno memastikan tidak ada punishment yang akan diberikan kepada Dedik, setelah gencarnya pemberitaan miring tersebut.

"Ngapain saya menghukum orang yang gak salah? Satu rombongan di dalam Bus itu, semua bersaksi bahwa yang ada di dalam botol bekas miras itu memang air putih panas," tegas Hendry.

Untuk menjaga psikologi Dedik, sementara waktu Hendry menggeser posisi Dedik dari tugas lapangan, dengan tugas baru di kesekretariatan. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Buang Supeno