Diduga Dibakar OTK, Rumah Wartawan Senior Kabupaten Malang Nyaris Ludes
Senin, 06 Juli 2026 - 21:11
Diduga Dibakar OTK, Rumah Wartawan Senior Kabupaten Malang Nyaris Ludes
Senin, 06 Juli 2026 - 21:11 | 1195
Petugas Polsek Dau, sedang melakukan olah TKP. Senin (6/7/2026). (Fuad for JN)
KABUPATEN MALANG, jurnalnusa.com — Sebuah rumah milik wartawan senior, M Syahrul Huda (43), warga Jalan Melati Nomor 28, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, diduga menjadi sasaran aksi pembakaran oleh orang tak dikenal (OTK), Senin (6/7/2026) sekira pukul 03.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi saat seluruh penghuni rumah sedang tertidur lelap. Beruntung, api segera diketahui sehingga tidak sempat membesar dan merembet ke rumah-rumah di sekitarnya.
Pria yang karib disapa Syahrul itu mengatakan, dirinya terbangun setelah melihat kobaran api di area teras rumah yang sekaligus menjadi garasi.
Karena tidak ada bantuan pemadam kebakaran pada saat itu, ia bersama keluarga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
"Api sudah membakar sebagian tembok rumah, MCB listrik, rak sepatu, hingga mengenai sebagian bodi mobil saya. Akhirnya saya menyiram api menggunakan air dari selang kran di halaman depan," ujar Syahrul.
Setelah api di titik pertama berhasil dipadamkan, korban kembali menemukan kobaran api di lokasi lain, yakni di area pot bunga berbahan plastik.
Menyadari kondisi semakin berbahaya, ia segera membangunkan anak-anaknya untuk menyelamatkan diri, sementara dirinya berusaha mengeluarkan mobil dari garasi.
"Nah, saat di titik api kedua itu saya sempat mencoba memadamkan api dengan handuk basah. Tetapi justru api semakin membesar. Kemungkinan karena ada bahan bakar solar yang digunakan pelaku dan pot berbahan plastik ikut terbakar," tuturnya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.30 WIB. Setelah memastikan kondisi aman, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Dau.
Syahrul menduga pelaku terlebih dahulu menyiramkan bahan bakar jenis solar sebelum menyulut api di dua titik berbeda.
Ia menilai aksi tersebut merupakan upaya yang disengaja dan berpotensi membahayakan keselamatan keluarganya.
"Saya masih bersyukur istri sempat terbangun. Kalau tidak, saya tidak tahu bagaimana nasib keluarga kami. Dua titik api itu sangat dekat dengan mobil. Bumper dan lampu belakang mobil saya sampai meleleh," katanya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp3 juta.
Selain itu, keluarga korban juga mengalami trauma psikologis akibat peristiwa yang terjadi saat mereka sedang beristirahat.
"Saat ini keluarga saya menjadi waswas dan takut setiap kali hendak tidur. Saya berharap pelakunya bisa segera ditangkap," harapnya.
Sementara itu, pihak Polsek Dau telah menerima laporan korban dan saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik dugaan pembakaran tersebut. (**)
Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Doi Nuri