Loading...

Pengunjung

SMANELA Kabupaten Malang Sebagai Sekolah Moderasi Beragama. Kepsek: Bukan Gelar, Aplikasi Poinnya

admin

admin

Rabu, 15 Januari 2025 - 14:01

1338 | Bagikan

SMANELA Kabupaten Malang Sebagai Sekolah Moderasi Beragama. Kepsek: Bukan Gelar, Aplikasi Poinnya

admin - Pendidikan

Rabu, 15 Januari 2025 - 14:01 | 1338

Penghargaan Sekolah Moderasi Beragama yang diterima oleh SMANELA Kabupaten Malang. Rabu (15/1/2025). (Humas SMANELA for JN)

Kabupaten Malang, JN – SMANELA menjadi satu-satunya SMA negeri di Kabupaten Malang yang berhasil meraih Juara 1 Sekolah Moderasi Beragama (SMB) Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Sebagai informasi, penghargaan ini diberikan kepada sekolah yang menerapkan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari dan cara beragama yang tidak ekstrem atau berlebihan. 

Pencapaian ini, sontak mendapatkan apresiasi dari Kepala SMAN 1 Lawang Dr Abdul Tedy MPd, meski bersyukur dengan penghargaan yang didapat sekolahnya, ia lebih bangga atas implementasi moderasi yang terjadi.

”Semoga penghargaan ini semakin memotivasi warga SMANELA semakin beradab dan berakhlak. Program yang sudah tersusun dilaksanakan dengan baik dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Dengan keberagaman itu, sekolah memiliki visi 'Terciptanya Insan Religius, Berbudi Luhur, Berprestasi Unggul, Berbudaya Literasi, serta Berorientasi Global'.

Sekolah yang berdiri sejak 1967 saat ini memiliki empat kepercayaan berbeda yang dianut warga sekolah, yakni Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu. 

"Visi sekolah telah kami terjemahkan dalam beberapa program, sesuai agama yang dianut para siswa-siswi," ungkap Abdul.

SMANELA menerapkan program doa bersama, ma’had attitude, Sedekah Sehari Seribu Saja (4S), 10 menit khatam Alquran, dan bebas buta aksara Alquran. 

Para siswa juga menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap pagi, penerapan senyum, sapa, salam, sopan, dan santun (5S), Jumat Tematik, character building, dan pengembalian barang temuan. 

Terakhir, budaya literasi dengan menerapkan Jumat Literasi, Komunitas Cinta Buku (KCB), bedah isi Alquran, serta one week one juz untuk guru dan siswa dengan one day one page

"Dengan implementasi, maka moderasi bukan hanya sebuah kebanggaan atau slogan semata. Namun benar-benar menjadi pupuk kebinekaan sebagai insan Indonesia," pungkas dia. (**)

Pewarta: Zara Putri Islamia Aiska
Editor: Doi Nuri