Pasar Induk Among Tani Rawan Maling, Ketua DPRD Batu Geram
Senin, 04 Agustus 2025 - 11:45
Pasar Induk Among Tani Rawan Maling, Ketua DPRD Batu Geram
Senin, 04 Agustus 2025 - 11:45 | 1181
Ketua DPRD Kota Batu, H Muhammad Didik Subianto SH saat memberikan pernyataan kepada awak media. Senin (4/8/2025). (Doi Nuri/JN)
Kota Batu, JN — Peristiwa hilangnya motor di area e-parking Pasar Induk Among Tani Kota Batu, berbuah reaksi pedas dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu.
Perlu diketahui, pada Sabtu 26 Juli 2025 seorang warga jalan Sarimun RT 002 / RW 003, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu kehilangan sepeda motor.
Mas Kaji, karib Ketua DPRD Kota Batu itu disapa, mengatakan telah memberikan teguran kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadiskuperindag) terkait masalah tersebut.
"Jika aturanya (motor hilang, red) memang harus diganti, maka harus segera diganti. Tapi yang terpenting, jangan sampai terjadi lagi," tegas Mas Kaji. Senin (4/8/2025).
Sebagai referensi, berdasarkan pasal 1365, 1366, 1367 KUHP Perdata dan Pasal 18 ayat ( 1 ) Undang - Undang Perlindungan Konsumen. Maka Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Induk Among Tani Kota Batu harus mengganti kehilangan.
Mas Kaji menegaskan, bahwa setiap kendaraan yang sudah membayar retribusi parkir semestinya dijamin keamanannya oleh pengelola.
“Semestinya jika sudah mengantongi karcis berarti sudah membayar dan layak dilindungi keamanannya. Kan satu pintu, yaitu pintu masuk dan pintu keluar, kok bisa hilang? bagaimana pola keamanannya? ini harus di evaluasi," tegasnya.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Kuperindag) hingga Kepala UPT Pasar Among Tani, tidak ada jawaban yang memadai. Ini menunjukkan kurangnya responsif dari lembaga yang semestinya hadir memberikan solusi.
Kadiskuperindag Kota Batu, Aris Setiawan, saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan karena sedang mengikuti rapat bersama seluruh SKPD di Hotel Aston.
“Saya masih rapat di Aston bersama semua SKPD. Langsung nemui ke UPT Pasar saja. Mohon maaf ya Mas belum bisa ketemu, ” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp.
Sementara itu, Kepala UPT Pasar Among Tani, Gadis Dewi, belum dapat dimintai keterangan. Saat dihubungi melalui sambungan telepon tidak diangkat, dan pesan singkat melalui WhatsApp juga tidak mendapat balasan. (*)
Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri