Munas II Aremania Utas, Menyusun Fondasi Menuju Masa Depan Suporter Organisatoris
Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:12
Pelaksanaan ceremonial pembukaan Munas II Aremania Utas. Sabtu (20/6/2026). (Doi Nuri / JN)
KOTA BATU, jurnalnusa.com — Kota Batu kembali menjadi saksi perjalanan penting bagi Aremania di tengah udara sejuk kawasan wisata Selecta. Forum Tertinggi Suporter Aremania, Musyawarah Nasional (Munas) II Aremania Utas, resmi dibuka di Hotel Selecta, Kota Batu, Sabtu (20/6/2026) malam.
Munas yang mengusung tema “Bersinergi dalam Satu Langkah Satu Jiwa” ini bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan.
Lebih dari itu, forum tersebut menjadi momentum konsolidasi besar bagi suporter Arema untuk menata arah organisasi dan memperkuat perannya di tengah dinamika sepak bola Indonesia.
Ali Rifki, Koordinator Presidium kepengurusan periode sebelumnya, menjelaskan bahwa agenda utama Munas II adalah melaksanakan estafet kepemimpinan melalui pemilihan jajaran presidium baru untuk periode mendatang.
Selama dua hari pelaksanaan, hingga 21 Juni 2026, sebanyak 10 calon presidium bersaing memperebutkan amanah kepemimpinan dari jajaran presidium aktif periode 2024–2026.
Mereka akan menentukan arah perjalanan organisasi yang dalam dua tahun terakhir mulai membangun sistem dan tata kelola yang lebih terstruktur.
Suasana pembukaan Munas berlangsung meriah. Sejumlah pemangku kepentingan strategis hadir memberikan dukungan.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar Anwar hadir, ketiganya mewakili unsur pimpinan daerah di Malang Raya.
Tak hanya itu, tiga kapolres dari wilayah Malang Raya juga turut hadir menyaksikan seremoni pembukaan.
Kehadiran mereka menunjukkan besarnya perhatian terhadap perkembangan organisasi suporter yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas sepak bola Malang.
Dukungan juga datang dari berbagai elemen lain, mulai jajaran manajemen Arema FC, Dewan Penasihat KH Romo Ahmad Soeroso, hingga Ketua Umum The Jakmania yang hadir sebagai bentuk solidaritas antarsuporter.
Sementara itu di balik proses pemilihan kepemimpinan baru, Munas II juga memiliki agenda strategis lainnya.
Forum ini akan membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2024–2026 secara menyeluruh, menyempurnakan klausul Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta merumuskan program kerja yang berorientasi pada pemberdayaan koordinator wilayah dan edukasi suporter di tingkat akar rumput.
“Selain itu, kami juga akan merumuskan program kerja strategis yang berorientasi pada pemberdayaan korwil dan edukasi suporter di akar rumput,” ujar Ali Rifki.
Ia mengibaratkan perjalanan organisasi selama dua tahun terakhir sebagai proses membangun fondasi sebuah rumah.
Fondasi tersebut telah diletakkan, sementara kepengurusan berikutnya diharapkan mampu melanjutkan pembangunan hingga struktur organisasi berdiri kokoh dan semakin matang.
Pandangan serupa disampaikan sesepuh Aremania, Ovan Tobing. Ia mengaku bangga melihat perubahan yang terjadi di tubuh Aremania yang kini mulai bertransformasi menjadi kelompok suporter yang lebih terorganisasi.
“Saya berharap, pelan tetapi pasti, Aremania mampu kembali mengangkat marwah sebagai suporter terbaik. Pada dasarnya, Aremania adalah pelopor suporter kreatif di Indonesia,” tegasnya.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto. Menurutnya, pemilihan Hotel Selecta sebagai lokasi Munas memiliki nilai historis tersendiri.
Ia mengingatkan bahwa tempat tersebut pernah menjadi ruang kontemplasi bagi Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dalam melahirkan berbagai gagasan besar tentang bangsa.
“Banyak gagasan tentang bangsa ini lahir dari hasil kontemplasi Bung Karno di Hotel Selecta. Semoga Aremania Utas juga demikian, mampu melahirkan gagasan-gagasan baru yang membawa kemajuan bagi organisasi dan dunia suporter,” ujarnya.
Kendati menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi dunia sepak bola nasional, Munas II Aremania Utas menjadi simbol bahwa suporter tidak hanya hadir di tribun stadion.
Mereka juga berupaya membangun budaya organisasi yang sehat, demokratis, dan berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik. (*)
Pewarta: Doi Nuri
Editor: Rio Mulyana Badia