Loading...

Pengunjung

Konser HUT ke-9 Long Hair: Meriahkan Malang dan Hidupkan Romantisme Gedung Cendrawasih

admin

admin

Kamis, 13 Februari 2025 - 19:44

1351 | Bagikan

Konser HUT ke-9 Long Hair: Meriahkan Malang dan Hidupkan Romantisme Gedung Cendrawasih

admin - Komunitas

Kamis, 13 Februari 2025 - 19:44 | 1351

Konser Musik HUT ke 9 Long Hair Bangkitkan Romantisme Gedung Cendrawasih. Rabu, (12/2/2025). (Windu for JN)

Kota Malang, JN – Perayaan ulang tahun ke-9 komunitas Long Hair berlangsung meriah pada 9 Februari 2025 di Gedung Cendrawasih, Jalan Nusakambangan, Kota Malang.

Acara ini dihadiri ratusan anggota komunitas berambut gondrong dari berbagai penjuru Malang Raya, menampilkan lebih dari 20 band lintas genre dan generasi. 

Gedung Cendrawasih, yang kini dikenal sebagai Gedung Kesenian Gajayana, menjadi saksi kemeriahan perhelatan ini.

Sebagai salah satu bangunan heritage di Malang, gedung ini masih menjadi venue unggulan untuk pertunjukan seni meski memerlukan beberapa perbaikan, terutama di aspek akustiknya. 

Desy Longhair, salah satu anggota komunitas, mengungkapkan rasa syukur atas eksistensi Long Hair hingga saat ini.

"Alhamdulillah, banyak sekali yang hadir dari berbagai daerah di Malang Raya," ujarnya. 

Sementara itu, Eko Bimbim, yang bertindak sebagai MC, berharap komunitas Long Hair tetap solid dan terus memberi manfaat bagi masyarakat.

"Harapannya, Long Hair tetap awet sedulurane dan awet manfaat," katanya. 

Deva Primitive menambahkan bahwa acara ini sepenuhnya digagas secara swadaya oleh keluarga besar Long Hair.

"Alhamdulillah, semua ini hasil gotong royong," ungkapnya. 

Selain menjadi ajang perayaan, konser ini juga menghidupkan kembali perhatian terhadap Gedung Cendrawasih.

Dengan tata letak yang masih ideal untuk pertunjukan seni, gedung ini seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.

Minimnya venue pertunjukan yang representatif di Malang semakin menguatkan urgensi perbaikan gedung ini. 

"Sayang kalau Gedung Cendrawasih dibiarkan begitu saja. Harus ada perhatian lebih dari pemerintah kota agar tetap menjadi tempat yang layak untuk seni dan budaya," tutup salah satu pengunjung. 

Semoga kepemimpinan baru di Kota Malang lebih peduli terhadap aset budaya seperti Gedung Cendrawasih, agar bisa kembali menjadi pusat pertunjukan seni yang membanggakan. (**)

Pewarta : Zara Putri Islamia Aiska
Editor : Doi Nuri