Loading...

Pengunjung

Ali Rifki Kembali Terpilih Jadi Koordinator Presidium di Munas II Aremania Utas

admin

admin

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:06

2042 | Bagikan

Ali Rifki Kembali Terpilih Jadi Koordinator Presidium di Munas II Aremania Utas

admin - Komunitas

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:06 | 2042

Ali Rifki bersama Kapolda Jatim dan Wali Kota Batu usai kegiatan Munas II Aremania Utas ditutup. Ahad (21/06/2026). (Doi Nuri/JN)

KOTA BATU, jurnalnusa.com — Musyawarah Nasional (Munas) II Aremania Utas Tahun 2026 menjadi momentum konsolidasi organisasi suporter terbesar di Indonesia tersebut.

Kegiatan yang digelar di Hotel Selecta, Kota Batu, Sabtu (20/6/2026) ini kembali mendudukkan Muhammad Ali Rifki sebagai Koordinator Presidium untuk periode kedua selama dua tahun mendatang.

Dari 10 kandidat yang mencalonkan, Muhammad Ali Rifki mendapatkan suara terbanyak yaitu 40 suara.

Total suara yang tercatat dalam tabel rekapitulasi tersebut adalah 115 suara.

Kapolda Jawa Timur, Nanang Avianto dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada panitia dan keluarga besar Aremania yang dinilai berhasil menyelenggarakan forum tertinggi organisasi tersebut.

Menurutnya, kehadiran unsur Forkopimda, manajemen klub, dan komunitas suporter menunjukkan kuatnya dukungan terhadap proses konsolidasi Aremania.

"Munas ini merupakan agenda penting. Kehadiran berbagai elemen sepak bola menjadi bukti nyata bahwa proses konsolidasi Aremania mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak," ujarnya.

Ia menilai tema Munas II Aremania, Bersinergi dalam Satu Langkah Satu Jiwa, mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan yang menjadi kekuatan utama Aremania.

Menurut Nanang, kekuatan Aremania tidak hanya terletak pada jumlah anggotanya yang besar, tetapi juga pada komitmen bersama untuk bergerak ke arah yang lebih positif dan konstruktif.

Kapolda Jatim juga mengapresiasi perjalanan organisasi yang dinilai mampu beradaptasi dengan berbagai dinamika selama beberapa tahun terakhir.

Dirinya berharap kepengurusan yang terpilih mampu memberikan pelayanan terbaik kepada anggota dan masyarakat pecinta sepak bola.

Selain itu, Nanang menekankan pentingnya Munas sebagai sarana rekonstruksi dan konsolidasi organisasi agar seluruh koordinator wilayah dan komunitas dapat bersatu dalam tata kelola yang modern, transparan, dan egaliter.

Dalam aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), ia mengingatkan adanya tantangan berupa penyebaran hoaks, isu provokatif, dan potensi gesekan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.

"Kita harus mulai mengubah pola pendekatan yang ada. Pertandingan sepak bola harus menjadi kegiatan yang aman dan menyenangkan, bukan menimbulkan kesan mencekam," katanya.

Nanang mencontohkan sejumlah daerah yang mampu mengemas kegiatan masyarakat sebagai agenda budaya dan pariwisata sehingga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal, termasuk pelaku UMKM.

Konsep serupa, menurutnya, dapat diterapkan dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola.
Nanang berharap pertandingan sepak bola di Jawa Timur dapat menjadi magnet yang menarik masyarakat untuk hadir dan menikmati pertandingan secara aman dan nyaman.

"Bagaimana menjadi pemain yang sportif dan bagaimana menjadi suporter yang sportif. Sehingga seluruh pihak dapat menikmati pertandingan dengan suasana yang menyenangkan," ujarnya. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Rio Mulyana Badia