Loading...

Pengunjung

Kota Batu Zona Merah DBD Setelah 2 Orang Meninggal

admin

admin

Senin, 11 Maret 2024 - 07:07

438 | Bagikan

Kota Batu Zona Merah DBD Setelah 2 Orang Meninggal

admin - Kesehatan

Senin, 11 Maret 2024 - 07:07 | 438

Kewaspadaan tinggi Dinkes Kota Batu, setelah jatuhnya korban jiwa akibat DBD di Kecamatan Bumiaji. Senin (11/3/2024). (dr Susan for JN)

Kota Batu, JN – Koordinator Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr Susana Indahwati menginformasikan Kota Batu adalah zona merah Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penetapan zona merah DBD oleh Dinkes, sebab tim Tenaga Kesehatan (Nakes) mencatat sudah ada 2 kasus kematian.

Kelurahan Temas disebutkan Susan adalah wilayah yang warganya meninggal karena murni DBD, sementara 1 kematian DBD dengan komorbid (penyebab kematiannya adalah karena Diabetes Mellitus, Susan) di Desa Punten.

"Adanya 2 kasus ini, kami mengambil langkah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) minimal satu kali dalam satu pekan di daerah terpapar, untuk memutus daur hidup nyamuk," kata Susan.

Sebanyak 84 kasus DBD di Kota Batu, masih kata Susan, terjadi di Kecamatan Batu ditemukan sebanyak 60 kasus, Kecamatan Bumiaji 8 kasus dan Kecamatan Junrejo 16 kasus. 

"Sesuai pedoman dan pengendalian DBD, yang dikeluarkan oleh Kementerian kesehatan RI, bahwa fogging dapat dilakukan jika memenuhi 2 persyaratan," imbuh dia.

Persyaratan yang dimaksud Susan, yakni ditemukan penderita DBD lebih dari satu orang atau ditemukan lebih dari tiga orang terduga DBD. Serta ditemukan ABJ kurang dari 95 persen.

Angka bebas jentik (ABJ) di wilayah Temas, disebutkan Susan mencapai 92,5 persen, dari yang seharusnya minimal 95 persen. (**)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Buang Supeno