Loading...

Pengunjung

Rumah Rehab Nawasena Terpilih untuk Menerima Program Atensi oleh Kemensos

admin

admin

Jumat, 21 November 2025 - 20:27

1373 | Bagikan

Rumah Rehab Nawasena Terpilih untuk Menerima Program Atensi oleh Kemensos

admin - Advertorial

Jumat, 21 November 2025 - 20:27 | 1373

Agenda self manajemen dari Kemensos bagi para pasien di rumah rehab Nawasena. Jum'at (21/11/2025). (ADV)

Kabupaten Malang, JN — Rumah Rehab Nawasena sebagai pemegang lisensi Standart Nasional Indonesia (SNI) untuk kategori Rumah Rehabilitasi, mendapatkan kepercayaan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menerima program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

Program ATENSI adalah program Kemensos yang memberikan dukungan rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan seperti penyintas, lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak, termasuk yatim piatu.

Program ini meliputi pemenuhan kebutuhan hidup layak, bantuan sosial, dukungan keluarga, pelatihan vokasional, serta bantuan aksesibilitas seperti kaki palsu. 

Harjono Penyuluh Sosial Ahli Madya dari Kementerian Sosial mengatakan, pelaksanaan program ATENSI di Nawasena, pihaknya menggandeng Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial dari Sentra Terpadu Prof DR Soeharso Surakarta.

Pria yang karib disapa Jon itu mengatakan, program ATENSI untuk rumah rehab Nawasena sudah berlangsung sejak hari Kamis 20 November 2025,dan penutupan dilaksanakan di Kebun Teh Lawang pada hari Jum'at 21 November 2025.

"Kami berikan kebutuhan dasarnya seperti kebutuhan nutrisi, dukungan psiko sosial, kesehatan, self manajemen dan motifasi diri khususnya terkait psikologi," katanya.

Nawasena sebagai Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang telah bersertifikat nasional SNI Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) dipandang Jon adalah sasaran tepat untuk program ATENSI Kemensos.

"Dengan program ini, kami berharap Nawasena mampu menjadi pilot project penanganan pasien penyintas, yang berorientasi pada self manajemen bagi masing-masing pasien setelah keluar nantinya," imbuh Jon.

Menambahkan, Sosiolog dari Sentra Terpadu Prof DR Soeharso Surakarta UPT Kementerian Sosial Ratna Yanuar Anugrah Putri menegaskan, mendatangkan, melalui pengajuan Dinas Sosial masing-masing daerah, pihaknya bisa memfasilitasi terkait lapangan pekerjaan dan bantuan wira usaha.

"Untuk tahap awal, kami akan fokus pada bagun dulu self manajemen dan psiko sosial mereka, agar siap dan matang saat kembali ke masyarakat," imbuhnya.

Terkait peluang bantuan keterserapan tenaga kerja atau bantuan wirausaha dari Kemensos, Ratna menjelaskan, jika LKS harus mengajukan proposal kepada Dinas Sosial untuk selanjutnya akan diakomodir oleh Kemensos.

Ratna memaparkan, bantuan pelatihan kerja atau bantuan wirausaha tergantung pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebab akan terkait dengan Desil.

Sebagai informasi, Desil adalah sistem pengelompokan masyarakat menjadi 10 kategori berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Sistem ini digunakan untuk menentukan penerima bantuan sosial, di mana Desil 1 adalah kelompok paling miskin (1-10% terendah) dan Desil 10 adalah kelompok paling sejahtera (91-100%). 

"DTSEN ini nanti akan terkait dengan Desil,katena yang bisa diakomodir adalah dari Desil 1 sampai. Desil 5 saja," lanjut dia.

Desil sebagai metode statistik yang membagi populasi menjadi sepuluh kelompok sama besar, di mana setiap desil mewakili rentang kesejahteraan yang berbeda (misalnya, desil 1 adalah kelompok termiskin, dan desil 10 adalah kelompok terkaya).

"Data ini digunakan oleh pemerintah untuk menentukan siapa yang berhak menerima bantuan sosial secara tepat sasaran," tukasnya.

Direktur Panti Rehab Nawasena, Arief ramadhansyah memberikan apresiasi positif atas program ATENSI yang diterimakan kepada LKS yang ia jalankan.

"Saya sangat berterima kasih atas bantuan dari Kemnsos melalui program ATENSI ini. Bukan hanya pasien, tapi kami di manajemen juga mendapatkan pematangan konsepsi penanganan pasien," katanya. (ADV)

Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri