Juara 2 Guru Inspiratif Diraih Pendidik MI Khadijah Malang, Ini Profilnya
Jumat, 22 November 2024 - 07:50
Juara 2 Guru Inspiratif Diraih Pendidik MI Khadijah Malang, Ini Profilnya
Jumat, 22 November 2024 - 07:50 | 1399
Fatah Amin, guru inspiratif dari MI Khadijah Malang sering menyumbangkan prestasi. Jumat (22/11/2024). (ADV)
Kota Malang, JN – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Khadijah Malang adalah salah satu sekolah swasta unggulan, bukan hanya karena prestasi yang didapatkan siswanya. Namun para guru juga tidak ingin kalah dalam mengukir prestasi.
Adalah Fatah Amin S Pd, guru mata pelajaran Bahasa Arab yang bertransformasi menjadi pendidik serba bisa dalam mengawal bakat hingga prestasi para siswanya.
Pola kerja eksploratif dan kreatif yang ditunjukkan Fatah selama menjadi guru di MI Khadijah, menjadi titik balik bagi Fatah untuk lebih mengembangkan kreativitasnya di bidang multimedia pada masa pandemi covid 19 silam.

Berbagai capaian individu, maupun keberhasilan dirinya mengantarkan anak-anak didik meraih juara, berbuah manis dengan penganugerahan penghargaan kepadanya sebagai guru inspiratif.
Puncaknya, pada gelaran Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah tahun 2024 Provinsi Jawa Timur, Fatah mendapatkan juara 2 kategori guru inspiratif.
Kendati dunia multimedia bukanlah zona nyaman baginya, namun faktanya ia mampu menorehkan prestasi karena kayanya belajar yang tinggi, serta pola fikir out of the boks.

Kesuksesan Fatah membawa dampak yang luar biasa, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi madrasah tempat ia mengajar.
Ia menjadi teladan bagi rekan-rekannya, menelurkan inspirasi kepada kawan sejawat untuk mengembangkan diri dan menciptakan inovasi dalam pembelajaran.
Prestasi dalam bidang pendidikan dalam skala lokal ataupun nasional yang biasa raih, baginya hanya sebuah catatan sejarah.
Namun lebih dari itu, Fatah ingin selalu memberikan kemanfaatan bagi orang-orang disekitarnya, dengan selalu optimis dan tidak berhenti belajar.
Cerita perjalanan Fatah ini adalah bukti bahwa setiap tantangan bisa menjadi peluang, dan setiap guru memiliki potensi untuk berkembang melampaui batas yang ada. (ADV)
Pewarta: Ayu Nadya Sukma
Editor: Doi Nuri